Rabu, 22 Juli 2020

MABADI KHOIRU UMMAH

for class 12
A. pengertian 


            Mabadi Khaira Ummah adalah gerakan pembentukan identitas dan karakter warga NU, melalui upaya penanaman nilai-nilai luhur yang digali dari paham keagamaan NU.
Namun, karena nilai-nilai yang terkandung dalam paham keagamaan Nahdlatul Ulama itu demikian banyak, maka dipilihlah nilai-nilai yang dapat dijadikan prinsip-prinsip dasar (mabâdî) sebagai langkah awal bagi pembentukan identitas dan karakter warga NU
            Gerakan Mabadi Khaira Ummah adalah merupakan langkah awal dari pembentukan “ummat terbaik” yaitu suatu umat yang mampu melaksanakan tugas-tugas amar ma’ruf nahi munkar yang merupakan bagian terpenting dari kiprah NU, karena kedua sendi tersebut mutlak diperlukan untuk menopang terwujudnya tata kehidupan yang diridai Allah sesuai dengan cita-cita NU
            Identitas dan karakter yang dimaksudkan dalam gerakan ini adalah bagian terpenting dari sikap kemasyarakatan yang termuat dalam Khittah Nahdlatul Ulama, yang harus dimiliki oleh setiap warga Nahdlatul Ulama dan dijadikan landasan berpikir, bersikap dan bertindak. Dengan demikian, Mabadi Khaira Ummah merupakan implementasi dari Khittah NU.
            Gerakan Mabadi Khaira Ummah yang dilakukan oleh generasi pertama NU ternyata telah berhasil menjadikan NU sebagai salah satu organisasi besar yang kokoh dan proses pertumbuhannya begitu cepat, tidak ubahnya seperti pertumbuhan umat Islam pada generasi pertama sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an
            Hubungan antara Mabadi Khaira Ummah dan Khittah NU terletak pada keterikatannya satu sama lain yang saling melengkapi. Khittah merupakan landasan, sedang Mabadi sebagai pelaksanaannya. Khittah adalah kepribadian yang dibentuk oleh ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai paham keagamaan NU. Kepribadian tersebut kemudian menjadi landasan berpikir, bersikap dan bertindak warga NU yang harus tercermin dalam tingkah laku perseorangan maupun organisasi. Dengan demikian, Khittah adalah merupakan sumber inspirasi bagi semua kegiatan NU dan warganya

B. Tujuan dan isi Mabadi khoiru ummah 
     
    Pertama kali di cetuskan di Muktamar NU tahun 1939 di magelang oleh KH Mahfuzd Shidiq  1907-1944 M yang di kenal dengan mabadi khoiru ummah assalastah ( trisila mabadi ) yaitu assidqu, alamanah / al wafa bil ahdi , atta'awun sebagai mana yang dirumuskan beliau selaku ketua PBNU pada tahun 1935 . istilah khoiru ummah diambil dari QS . ali imron : 110 

كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ وَلَوۡ ءَامَنَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَٰبِ لَكَانَ خَيۡرٗا لَّهُمۚ مِّنۡهُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَأَكۡثَرُهُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ١١٠ 
 
" Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik" 

kemudian dalam munas alim ulama dan konbes NU di bandar lampung 1992 M tiga prinsip tersebut di tambah dua poin lagi yakni Al adalah dan al istiqomah  sehingga menjadi lima prinsip yakni mabadiul khomsah 
 
Adapun perincianya yaitu
 

1.      Ash Shidq


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ ١١٩

 

"Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar"

            Pilar ini mengandung arti kejujuran/kebenaran, kesungguhan dan keterbukaan. Kejujuran/kebenaran adalah satunya kata dengan perbuatan, ucapan dengan pikiran. Apa yang diucapkan sama dengan apa yang ada di bathin.

         Jujur dalam hal ini berarti tidak plin-plan dan tidak dengan sengaja memutarbalikkan fakta atau memberikan informasi yang menyesatkan. Jujur yang pertama tentu saja jujur pada diri sendiri. Termasuk dalam pengertian ini adalah jujur dalam bertransaksi dan jujur dalam bertukar pikiran. Jujur dalam bertransaksi artinya menjauhi segala bentuk penipuan demi mengejar keuntungan. Jujur dalam bertukar pikiran artinya mencari mashlahat dan kebenaran serta bersedia mengakui dan menerima pendapat yang lebih baik.

2.       Al Amanah Wal Wafa Bil ‘Ahd 


إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرٗا ٥٨ 


"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat"

            Pilar ini memuat dua istilah yang saling terkait, yakni al-amanah dan al-wafa’ bil ’ahd. Amanah secara lebih umum maliputi semua beban yang harus dilaksanakan, baik ada perjanjian maupun tidak. Sedang al-wafa’ bil ‘ahd konteks yang berlaku hanya berkaitan dengan perjanjian. Kedua istilah ini digabungkan untuk memperoleh satu kesatuan pengertian mengenai kesadaran setiap insan terhadap lain nya yang meliputi: dapat dipercaya, setia dan tepat janji.

Dapat dipercaya adalah sifat yang diletakkan pada seseorang yang dapat melaksanakan semua tugas yang dipikulnya, baik yang bersifat diniyah maupun ijtima’iyyah. Dengan sifat ini orang menghindar dari segala bentuk pembekalaian dan manipulasi tugas atau jabatan. Setia merupakan sikap untuk tak berpaling dari tujuan awal. Niat diawal perjalanan merupakan kunci kesetiaan tersebut. Sedangkan tepat janji adalah perilaku untuk senantiasa memegang teguh apa yang telah disandarkan kepadanya.


3.      Al Adalah’


إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ ٩٠


"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran"

         Bersikap adil (al’adalah) mengandung pengertian obyektif, proposional dan taat asas. Butir ini mengharuskan orang berpegang kepada kebenaran obyektif dan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Distorsi penilaian sangat mungkin terjadi akibat pengaruh emosi, sentimen pribadi atu kepentingan egoistik.

         Distorsi semacam ini dapat menjerumuskan orang kedalam kesalahan fatal dalam mengambil sikap terhadap suatu persolan. Buntutnya sudah tentu adalah kekeliruan bertindak yang bukan saja tidak menyelesaikan masalah, tetapi bahkan menambah-nambah keruwetan. Lebih-lebih jika persolan menyangkut perselisihan atau pertentangan diantara berbagai pihak. Dengan sikap obyektif dan proposional distorsi semacam ini dapat dihindarkan. bersikap adil harus senantiasa dibarengi dengan penerimaan semua golongan sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

4.      At Ta’awun


........ وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ٢ 


"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya"

            At-ta’awun merupakan sendi utama dalam tata kehidupan masyarakat : manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan pihak lain. Pengertia ta’awun meliputi tolong menolong, setia kawan dan gotong royong dalam kebaikan dan taqwa. dalam hal ini, Imam al-Mawardi mengaitkan pengertian al-birr (kebaikan) dengan kerelaan manusia dan taqwa dengan ridla Allah SWT. Memperoleh keduanya berarti memperoleh kebahagiaan yang sempurna.          

           Ta’awun juga mengandung pengertian timbal balik dari masing-masing pihak untuk memberi dan menerima. Oleh karena itu, sikap ta’awun mendorong setiap orang untuk berusaha dan bersikap kreatif agar dapat memiliki sesuatu yang dapat disumbangkan kepada orang lain dan kepada kepentingan bersama. Mengembangkan sikap ta’awun berarti juga mengupayakan konsolidasi.

5.   Al Istiqomah


إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ ٣٠ 


"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu"

            Istiqamah mengandung pengertian ajeg-jejeg, berkesinambungan dan berkelanjutan. Ajeg-jejeg artinya tetap dan tidak bergeser dari jalur (thariqah) sesuai dengan ketentuan Allah SWT dan rasul-Nya. Lalu tuntunan yang diberikan oleh salafus shalih dengan segala aturan main nya serta rencana-rencana yang disepakati bersama. Kesinambungan artinya keterkaitan antara satu kegiatan dengan kegiatan yang lain dan antara satu periode dengan periode yang lain sehingga kesemuanya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dan saling menopang seperti sebuah bangunan. Sedangkan makna berkelanjutan adalah bahwa pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut merupakan proses yang berlangsung terus menerus tanpa mengalami kemandekan, merupakan suatu proses maju (progressing) bukannya berjalan di tempat. ( wallahu 'a'lam bissowab ) 

materi selanjutnya di part 2 


Analisis materi yang ada di atas tuliskan di kolom komentar plus nama kalian !!



11 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Nama : Putri Nikmatul Jannah
    No. absen : 09
    Mabadi Khaira Ummah adalah gerakan pembentukan identitas dan karakter warga NU melalui penanaman nilai-nilai luhur dr pemahaman NU yang dapat dijadikan prinsip-prinsip dasar (mabâdî) sebagai langkah awal bagi pembentukan "Ummat terbaik"yang mampu melaksanakan tugas-tugas amar ma’ruf nahi munkar.

    Hubungan antara Mabadi Khaira Ummh dan Khittah NU khittah merupakan landasan, sedangkan
    Mabadi sebagai pelaksanaannya.

    Khittah adalah kepribadian yang dibentuk oleh ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai paham keagamaan NU. Kepribadian tersebut kemudian menjadi landasan berpikir, bersikap dan bertindak warga NU

    Muktamar NU tahun 1939 di magelang
    KH Mahfuzd Shidiq  1907-1944 M yang di kenal dengan mabadi khoiru ummah assalastah ( trisila mabadi ) : assidqu, alamanah / al wafa bil ahdi , atta'awun

    MUNAS Alim Ulama Konbes NU (bandar lampun, 1992)
    ditambah kan 2 poin yaitu :Al adalah dan al istiqomah 

    Menjadi
    1. Ash Shidq : kejujuran
    2. Al Amanah Wal Wafa Bil ‘Ahd : melaksanakan semua beban yang harus dilakukan terutama hal hal yg sudah dijanjikan
    3. Al Adalah’ : bersikap adil
    4. Al Ta'awun : tolong menolong
    5. Al istiqomah :. Teguh pendirian

    BalasHapus
  3. Nama: Siti Fauza
    No.Absen: 13

    Menurut analisis saya, Mabadi Khaira Ummah adalah pondasi untuk mewujudkan nilai-nilai keagamaan serta mengarahkan masyarakat pada perbaikan kualitas hidup dan juga upaya untuk mencegah pada kemungkaran, Maka dipilihlah prinsip-prinsip dasar sebagai langkah awal pembentukan identitas dan karakter warga NU. Yang berdasar pada prinsip pembentukan umat terbaik yaitu As shidqu, Al Amanah, Al Adalah, At Taawun dan Al istiqomah.

    BalasHapus
  4. Nama:Aprilia Nur Azizah
    No Absen: 02

    Mabadi Khaira Ummah adalah gerakan pembentukan identitas dan karakter warga NU, melalui upaya penanaman nilai-nilai luhur yang digali dari paham keagamaan NU.Hubungan antara Mabadi Khaira Ummah dan Khittah NU terletak pada keterikatannya satu sama lain yang saling melengkapi. Khittah merupakan landasan, sedang Mabadi sebagai pelaksanaannya.Jadi kita sebagai warga nahdliyin harus bisa mengamalkan isi yang terkandung dari mabadi khoiru ummah,Diantaranya Ash Shidq,Al Amanah,Al Adalah,Al Ta'awun,Al istiqomah.

    BalasHapus
  5. Nama:Eny Zahrothul Azizah
    No.Absen: 05

    Mabadi khaira ummah merupakan gerakan pembentukan identitas dan karakter warga NU melalui upaya penanaman nilai-nilai luhur yang dijadikan prinsip dasar (mabadi) dalam melaksanakan tugas-tugas amar ma'ruf nahi munkar.gerakan ini bagian terpenting yang harus dimiliki oleh setiap warga nahdlatul ulama' dan di jadikan landasan berpikir, bersikap, dan bertindak.
    Mabadi khaira ummah dicetuskan di mukhtamar NU tahun 1939 di magelang oleh KH.Mahfuzd Shidiq 1907-1944 M.yang dideknal dengan mabadi khoiru ummah assalastah(trisila mabadi) yaitu Assidqu,Al amanah/ Al wafa bil ahdi,At ta'awun.
    Dalam Munas alim ulama dan Konbes NU dibandar lampung 1992 M tiga prinsip tersebut di tambah dua poin lagi yakni Al adalah dan Al istiqomah .
    Adapun perinciannya yaitu:
    1. Ash sidq : kejujuran/kebenaran.
    2. Al amanah wal wafa bil 'Ahd : Dapat dipercaya,setia,dan tepat janji.
    3. Al adalah : Bersikap adil.
    4. At ta'awun : Tolong menolong.
    5. Al istiqomah : Teguh pendirian.

    BalasHapus
  6. Nama: fatilatul Liya
    No.absen:6
    Mabadi khairu ummah adl gerakan pembentukan identitas dan karakter warga NU,melalui penanaman nilai2 luhur yg digali dari phm keagamaan NU.gerakan mabadi khairu ummah adl mrpkn langkah awal dari pembentukan"umat terbaik"yaitu suatu umat yg mampu melaksanakan tugas-tugas amar makruf nahi mungkar.identitas dan karakter yg dimaksudkan dalam gerakan ini adl bagian terpenting dari sikap kemasyarakatan yang termuat dalam khittah Nahdlatul ulama.hubungan antara mabadi Khaira ummah dan khittah NU terletak pada keterkaitannya satu sama lain yg saling melengkapi.khittah mrpkn landasan,sdng mabadi sbgai pelaksananya.

    BalasHapus
  7. Nama :Ainur Rokhimah
    No.Absen :01

    Menurut analisis saya,mabadi khaira ummah merupakan langkah awal pembentukan umat yang baik yang mampu melaksanakan tugas2 amar makruf nahi Munkar yaitu mengajak dan mendorong perbuatan baik yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.identitas/karakter dalam gerakan ini adalah bagian terpenting dari sikap kita yang termuat dalam khittah NU .

    Adapun prinsip /mabadiul khamsah yaitu:
    1.ash Shidiq (jujur)
    2.al amanah wal Wafa bil ahd (istilah ini di gabung mjd satu kesatuan yang pengertiannya meliputi dpt dipercaya,setia dan tepat janji)
    3.al adalah (bersikap adil)
    4.at ta'awun (tolong-menolong)
    5.al Istiqomah (teguh pendirian)

    BalasHapus
  8. Nama: Riris Alfi yani
    No. Absen: 10
    Mabadi khaira ummah (Prinsip-prinsip dasar pembentukan umat terbaik), merupakan suatu gerakan penanaman nilai-nilai yang dapat dijadikan prinsip-prinsip dasar dalam pembentukan identitas dan karakter umat terbaik.
    Mabadi khaira ummah dicetuskan di mukhtamar NU tahun 1939 di magelang oleh KH.Mahfuzd Shidiq 1907-1944 M.yang dikenal dengan mabadi khoiru ummah assalastah(trisila mabadi) yaitu As sidqu,Al amanah/ Al wafa bil ahdi,At ta'awun.
    Dalam Munas alim ulama dan Konbes NU dibandar lampung 1992 M tiga prinsip tersebut di tambah dua poin lagi yakni Al adalah dan Al istiqomah.Dengan demikian,gerakan Mabadi' Khaira Ummah NU saat ini berdiri atas lima butir nilai terpuji yang dapat pula disebut sebagai "Al-Mabadi' Al-Khamsah"yaitu:
    1.As-Shidqu : Kejujuran/kebenarann.
    2.Al-Amanah wal Wafa bil'ahdi :
    Dapat dipercaya,setia dan tepat
    Janji.
    3.Al-'Adalah : Bersikap adil.
    4.At-Ta'awun : Tolong menolong.
    5.Al-Istiqamah : Teguh pendirian.

    BalasHapus
  9. Nama :Eka Nikmatul Farekhah
    Kelas : XII ipa
    No absen:04
    Menurut analisis saya mabadi khoiru ummah adalah langkah awal dari pembentukan "umat terbaik" yaitu umat yg mampu melaksanakan tugas tugas amar ma'ruf nahi mungkar yg merupakan bagian terpenting dari kiprah NU,dalam gerakan ini bagian terpentingnya adalah sikap kemasyarakatan yg termuat dalam Khittah Nahdlatul Ulama.
    Hubungan antara mabdi Khoiru Ummah dan Khittah NU terletak pada ketertarikannya satu sama lain yg saling melengkapi Khittah yaitu landasan sedangkan Mabdi sbg pelaksanaanya.
    Mabdi Khoiru Ummah pertamakali dicetuskan di muktamar NU tahun 1939 di magelang oleh KH Mahfuzd Shidiq 1907-1944M.
    5 prinsip dasar pembentukan umat terbaik yaitu:
    1.As-Sidqu artinya kejujuran/kebenaran,kesungguhan dan keterbukaan
    2.Al-Amanah wal Wafa bil'ahdi,pilar ini memuat dua istilah yg saling terkait yakni al-amanah dan al-wafa' bil 'ahd,amanah artinya beban yg harus dilaksanakan baik ada perjanjian maupun tidak sedangkan al wafa' bil 'ahd berlaku hanya berkaitan dengan perjanjian
    3.Al-Adalah',al-adalah' mengandung arti objektif,proporsional dan taat asas
    4.At-ta'awun,merupan sendi utama dalam tata kehidupan masyarakat,pengertian ta'awun meliputi tolong menolong,setia kawan dan gotong royong dalam kebaikan dan taqwa
    5.Al-istiqomah,mengandung arti ajeg,jejeg,berkesinambungan,berkelanjutan

    BalasHapus
  10. Nama: Dwi Safitri Maulidia
    No.absen:03
    Menurut analisis saya mabadi khira ummah merupakan upaya penanaman nilai nilai luhur yang digali dari paham keagamaan NU. Seadangkan gerakan mabadi khaira ummah dalah langkah awal dari pembentukan"umaat terbaik"yang mampu melaksanakan tugas tugas amar ma'ruf nahi munkar yang merupakan bagian terpenting dari kiprah NU.
    Hubungan antara mabadi khaira ummah dan khittah NU terletak pada keterkaitanyya satu sama lain yang saling melengkapi. Khittah merupakan landasan, sedang mabadi sebagai pelaksananya.
    Terdapat 5 prinsip(mabadiul khomsah) diantaranya:
    1. Ash sidq(jujur)
    2. Al amanah wal wafa bil'ahd(dapat dipercaya,setia dan tepat janji)
    3. Al adalah(adil)
    4. At ta'awun(tolong menolong)
    5. Al istiqomah(teguh pendirian)

    BalasHapus
  11. Nama: Dwi Safitri Maulidia
    No.absen:03
    Menurut analisis saya mabadi khira ummah merupakan upaya penanaman nilai nilai luhur yang digali dari paham keagamaan NU. Seadangkan gerakan mabadi khaira ummah dalah langkah awal dari pembentukan"umaat terbaik"yang mampu melaksanakan tugas tugas amar ma'ruf nahi munkar yang merupakan bagian terpenting dari kiprah NU.
    Hubungan antara mabadi khaira ummah dan khittah NU terletak pada keterkaitanyya satu sama lain yang saling melengkapi. Khittah merupakan landasan, sedang mabadi sebagai pelaksananya.
    Terdapat 5 prinsip(mabadiul khomsah) diantaranya:
    1. Ash sidq(jujur)
    2. Al amanah wal wafa bil'ahd(dapat dipercaya,setia dan tepat janji)
    3. Al adalah(adil)
    4. At ta'awun(tolong menolong)
    5. Al istiqomah(teguh pendirian)

    BalasHapus

ABSTRAK

MABADI KHOIRU UMMAH part 2

Class 12  C. strategy pemasyarakatan mabadi khoiru ummah mabadi Khaira ummah adalah gerakan pembentukan identitas dan karakter warga NU mela...

Popular Posts