Senin, 27 Juli 2020

MEMAHAMI AQIDAH ISLAM PART 2

B. Dalil / Argumentasi dalam akidah 


Dalil dalam bidang aqidah ada dua 

a. Dalil ,'Aqli 

yakni dalil yang di dasarkan pada penalaran akal yang sehat , segala yang menyangkut dengan aqidah kita tidak boleh menyakininya secara ikut ikutan melainkan berdasarkan keyakinan yang dapat dipelajari sesuai akal yang sehat 

maksut akal sehat itu yakni kemampuan berfikir dan penalaran yang di lakukan oleh seseoarang tanpa terkontiminasi. dengan nafsu senang maupun benci .

b. Dalil naqli 

Dalil naqli adalah dalil yang di sasarkan pada Al quranquran dquran dquran dan As sunnah ( hadist) . 
walaupun akal manusia dapat menghasilkan kemajuan ilmu dan teknologi namun harus di sadari bahwa betapun kuatnya daya pikir manusia ia tidak akan sanggup mengetahui hakikat zat Allah SWT yang sebenarnya . manusia tidak mampu menyelidiki yang ghoib . untuk mengetahui yang ghoib itu kita harus yakin dan puas dengan wahyu Allah SWT . wahyu itulah yang disebut dengan dalil Naqli .
Kebenaran dalil Naqli ini bersifat Qad'i ( pasti )  kebenaran mutlak serta berlaku untuk semua ruang dan waktu .. kebenaran atau hal hal yang tidak dapat di jangkau oleh akal , cukup di yakini tanpa harus membuktikannya dengan akal . termasuk bagian ini adalah hakekat hal hal yang ghoib , seperti kiamat , alam barzah , alam makhsyar surga , neraka dan sebagainya . 

C. Tujuan Aqidah islam 

      
 1. Untuk mengikhlaskan niat dan ibadah kepada Allah swt satu-satunya. Karena Dia adalah Pencipta yang tidaka da sekutu bagiNya maka tujuan dari ibadah haruslah diperuntukkan kepadaNya satu-satunya


2. Membebaskan akal dan pikiran dari kekacauan yang timbul dari kosongnya hati dari akidah. Karena orang yang hatinya kosong dari akidah ini, adakalanya kosong hatinya dari setiap akidah serta menyembah materi yang dapat diindera saja dan adakalanya terjatuh pada berbagai kesesatan akidah dan khurafat

 

3. Ketenangan jiwa dan pikiran, tidak cemas dalam jiwa dan tidak goncang dalam pikjiran. Karena akidah ini akan menghubungkan orang mukmin dengan Penciptanya lalu rela bahwa Dia sebagai Tuhan yang mengatur, Hakimm yang Membuat tasyri’. Oleh karena itu hatinya menerima takdir, dadanya lapang untuk menyerah lalu tidak mencari pengganti yang lain.

 

4. Meluruskan tujuan dan perbuatan dari penyelewengan dalam beribadah kepada Allah dan bermuamalah dengan orang lain. Karena diantara dasar akidah ini adalah mengimani para rasul yang mengandung mengikuti jalan mereka yang lurus dalam tujuan dan perbuatan.

 

5. Bersngguh-sungguh dalam segala sesuatu dengan tidak menghilangkan kesempatan beramal baik kecuali digunakannya dengan mengharap pahala serta tidak melihat tempat dosa kecuali menjauhinya dengan rasa takut dari siksa. Karena diantara dasar akidah ini adalah mengimani kebangkitan serta balasan terhadap seluruh perbuatan.

 وَلِكُلّٖ دَرَجَٰتٞ مِّمَّا عَمِلُواْۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعۡمَلُونَ ١٣٢ 

“Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (sesuai) dengan yang dikerjakkannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Al An’am 132)

 

Nabi Muhammad saw juga mengimbau untuk tujuan ini dlam sabdanya:

 

“Orang mu’min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Alalh daripada orang mu’min yang lemah. Dan pada masing-masing terdapat kebaikan. Bersemangatlah terhadap sesuatu yang bermanfaat bagimu serta mohonlah pertolongan Allah dan janganlah lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu, maka janganlah engkau mengatakan: “Seandainya aku kerjakan begini dan begitu. Akan tetapi katakanlah: Itu takdir Allah dan apa yang Dia kehendaki Dia lakukan. Sesungguhnya mengandai-andai itu membuka perbuatan syaitan.” (HR Muslim)  

6. Meraih kebahagian dunia dan akhirat dengan memperbaiki individu individu maupun kelompok kelompok serta meraih  pahala dan kemuliyaan 

مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ .
٩٧
" Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan" 

Minggu, 26 Juli 2020

AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH

part 1 

A.pengertian Ahlussunah wal jamaah 



        Secara etimologi kalimat ahlus sunnah waljamaah terdiri dari tiga kata yang pertama kata ahlun , menurut KH Sirojuddin Abbas kata Ahlun berarti golongan , keluarga atau orang yang mempunyai atau orang yang menguasai . sedangkan menurut Ahmad Amin kata Ahlun jika dikaitkan dengan Assunnah mempuayai arti orang yang berfaham sunni . 
        Yang kedua kata As Sunnah KH Hasyim Asyari mengartikan sebagai Thoriqoh ( jalan ) yaitu jalan yang di ridhoi dalam menempuh agama sebagaimana yang telah di tempuh oleh baginda Rosullah SAW atau oleh mereka yang memiliki otoritas sebagi panutan di dalam masalah agama seperti para sohabat Nabi SAW , DR KH Ase uddin syaifuddin chalim MA kata as sunnah juga memiliki arti thoriqoh ( jalan atau prilaku )
        Menurut KH Sirojuddin Abbas kata As sunah artinya apa yang datang dari rosullah SAW yang meliputi perkataan ( aqwal ) perbuatan (af'al ) dan ketetapan ( taqrir ) , DR Achmad Muhibbin Zuhri mengartikan As sunnah sebagai konsistensi terhadap tradisi nabi dan sohabat , Prof DR KH Aqil sirajd MA assunnah mempunyai ma'nna Al hadist dan juga at thoriqoh dengan demikian Ahluus sunnah adalah mmerupakan jalan atau thoriqoh para sohabat nabi dan tabiin di dalam alquran , kata assunah di sebut 13 kali 
        Kata yang ketiga Aljamaah menurut KH sirojuddi Abbas berarti kumpulan atau kelompok , yang dimaksut jamaah adalah para sohabat Rosullah , terutama Khulafaur rosyidin yakni Abu bakar ,Umar , rustman, Ali, Prof DR KH Aqil Sirojd mengartikan Al jamaah adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan 
        Secara terminologinya Ahlussnah waljamaah adalah kaum atau golongan yang mengikuti serta mengamalkan ajaran islam yang murni sesuai ajaran yang di ajarkan dan di amalkan oleh rosulullah dan para sohabat atau juga bisa di artikan kaum yang mengikuti 'itiqod sebagaimana i'tiqodnya Nabi SAw dan sahabat sahabatnya 
KH said aqil sirodj mendifinisikan ahlun sunnah wal jamaah adalah orang yang memiliki metode berfikir keagamaan yang mencakup semua aspek kehidupan yang berlandaskan atas dasar dasar moderasi menjaga keseimbangan dan toleransi , dalam qonun asasi NU di sebutkan bahwa Ahlus sunnah wajamaah sebagai faham keagamaan yang mengikuti salah satu mazhab empat dalam bidang fiqih , dalam bidah aqidah engikuti imam Abu Hasan Al asyari dan abu mansur almathuridi , sedangkan dalam bidang tasawuf mengikuti imam Alghzali dan abu qosim junaid Albagdadi 

menurut kitab " ithof sadatul muttaqin " karya imam muhammad bin muhammad Alhusni Az Zabidi syarah dari kitab ikhya' ulumuddin karya imam ghozali yang dikutib KH sirojuddin Abbas dalam bukunya i'tiqod Ahlussunah waljamaah adalah pengikut rumusan faham imam Asy'ari dan Abu mansur Almaturidi. 

b. Asal usul faham ahlussunah waljamaah 


    Pada ahir abad III H. bertepatan dengan masa berkuasanya Al mutawakkil muncul dua orang tokoh yang menonjol pada waktu itu yaitu Syeh Abu Hasan Al Asy'ari ( 260H/324H) di bashroh dan Abu mansur almaturidi di samarkand bersama sama membendung kuatnya gerakan hegemoni Muktazilah yang dilancarkan para tokoh muktazilah dan pengikutnya 
    dari keduanya lahir kecenderungan baru yang mewarrnai pemikiran ummat islam waktu itu bahkan hal itu menjadi mainstream ( arus utama) pemikiran pemikiran di dunia islam yang kemudian mengkristal menjadi sebuah gelombang pemikiran keagamaan sering dinisbatkan pada sebutan ahlus sunnah waljamaah yang kemudian populer dengan sebutan ASWAJA. hal ini bukan berarti aswaja baru ada sesuadah imam asyari dan imam almaturudi , pada hakekatnya aswaja sudah ada sebelumnya , terbukti golongan ini dalam hal fikih berkiblat kepada salah satu dari keempat imam mazhab ( Hanafi , Maliki , Syafii, Hambali ) 

     c. Prinsip prinsip Aswaja 


Aswaja memiliki empat prinsip yaitu 

        1. tawasuthh 

tawasuth berarti pertengahan , ahlus sunnah waljamaah menganut sikap netral yakni tidak terlalu membenar kan kelompok garis keras , hal ini berdasarkan pada firman Allah SWT 


وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَٰكُمۡ أُمَّةٗ وَسَطٗا لِّتَكُونُواْ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيدٗاۗ وَمَا جَعَلۡنَا ٱلۡقِبۡلَةَ ٱلَّتِي كُنتَ عَلَيۡهَآ إِلَّا لِنَعۡلَمَ مَن يَتَّبِعُ ٱلرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِۚ وَإِن كَانَتۡ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَٰنَكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٞ رَّحِيمٞ ١٤٣ 
"Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia"

        2. I'tidal 

I'tidal artinya tegak lurus , yakni tidak condong ke kanan atau ke kiri . kata i'tidal di ambil dari kata al 'adlu , yang berarti adil atau i'dilu yangberarti berbuat adilah yang terdapat dalam firman Allah SWT 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُواْ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَ‍َٔانُ قَوۡمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعۡدِلُواْۚ ٱعۡدِلُواْ هُوَ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ ٨  

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" 

        3. Tawazzun 
Tawazun artinya keseimbangan , yakni tidak berat sebelah dan tidak kelebihan satu unsur atau kekurangan satu unsur dan kehilangan unsur yang lain . kata tawazzun di ambil dari kata al waznu atau almizan yang arttinya alat penimbang , di ambil dari ayat 

لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا رُسُلَنَا بِٱلۡبَيِّنَٰتِ وَأَنزَلۡنَا مَعَهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡمِيزَانَ لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَأَنزَلۡنَا ٱلۡحَدِيدَ فِيهِ بَأۡسٞ شَدِيدٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعۡلَمَ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥ وَرُسُلَهُۥ بِٱلۡغَيۡبِۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٞ ٢٥ 

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa"

        4. Tasammuh 
tasammuh artinya toleran atau mau memahami perbedaan.  keempat prinsip ini bukanlah serba kompromistis dengan mencampur adukkan semua unsur ( sinkretisme ) juga bukan mengucilkan diri dan menolak pertemuan dengan unsur apa apa . 


kalau ada pertanyaan tulis di komentar geh !!!!!!!



Jumat, 24 Juli 2020

PART 2 BAHASA ARAB " AL QIROAH " القرأة


MEMBACA BACAAN PADA GAMBAR BERIKUT INI 

 (Aktifitas harian ) اعمالً اليومية
kosa kata 

ٌيَوْم                     Hari 
ٌاَعْمَال                  aktifitas 
صَبَاحَا                 pagi 
ُيُذَاكِر                   Belajar 
غُرْفََةُ الْمُذَاكَرَة      Kmar belajar 
اُخْتُه                   saudara perempuan 
ُّّتُعِد                     mempersiapkan 
ُالفُطُوْر                 sarapan 
ٌمَطْبَخ                   Dapur
ُيَذْهَب                   Pergi 
َبَعْد                     Setelah 
ُالسَيَّارَة                 Mobil 
مَشْياً عَلَى الْاَقْدَام      Berjalan kaki 
يَسْتَغْرق                 Menghabiskan 
رَبَّةُ البَيْت             ibu rumah tangga
ًسَاعَة                 jam 

        
BACA DAN HAFALKAN KOSA KATA TERSEBUT YA 
selamat membaca dan mencoba mengartikan bacaan tersehut !!!!!


Kamis, 23 Juli 2020

ILMU KALAM

for class 11
A.Pengertian Ilmu Kalam 

kata kalam secara lughowiyah adalah pembicaraan istilah ini merujuk pada sistem pemikiran spekulatif yang berfungsi untuk mempertahankan islam dan tradisi keislaman dari ancaman maupun tantangan dari luar . orang yang berkecimpung dalam ilmu ini disebut mutakallimin atau mutakallimun yang merupakan orang orang yang menjadi dogma atau personal personal teologis controversial sebagai topik diskusi dan wacana dialektik dengan menawarkan bukti bukti spekulatif untuk mempertahankan pendirian mereka . 
Maksud kalam berarti bukan pembicaraan pemikiran tentang ubudiyah dan muamalah untuk mempertahankan islam dan tradisi keislaman dari ancaman maupun tantangan dari luar. melainkan 
    Maksud dari Ilmu kalam adalah Ilmu yang membahas tentang adanya Allah SWT  dan alasan alasan untuk mempertahankan keyakinan iman dan tradisi keislaman dari ancaman maupun tantangan dari luar dari orang orang yang menyeleweng dari kepercayaan salaf dan ahli sunnah .
Beberapa ulama memberi arti tentang ilmu kalam di antara nya : 

1. Ibnu kholdun
Adalah ilmu yang berisi alasan alasan untuk mempertahankan kepercayaan kepercayaan iman dengan menggunakan dalil dalil pikiran dan berisi bantahan bantahan terhadap orang orang yang menyeleweng dari kepercayaan salaf dan ahlus sunnah 

2. Syeh Muhammad Abduh 
Adalah Ilmu yang membahas tentang wujud Allah SWT, Sifat sifat wajib yang ada bagi Nya sifat sifat mustahil dan sifat jaiz BagiNya dan juga membahas tentang Rosul rosulNya untuk menetapkan kebenaran risalahnya Apa yang wajib yang mustahil dan yang jaiz bagi Rosul rosulnya Allah SWT ]

2. Fungsi Ilmu kalam 
 di antara fungsinya adalah sebagai berikut 
  a. untuk mengetahui persoalan persoalan hakikat aqidah yang fundamental yang di hadapi ummat islam 
b.  Untuk menyelesaikan problematika umat dalam kontroversi pemikiran dalam aqidah islam islam berislam berbagislam berbagai golongan golongan islam 

c. Untuk menjelaskan aqidah atau keimanan dalam islam secera tepat dan benar 
d. Membeberkan sekuat tenaga aqidah islamiyah sesuai dengan tuntunan Alquran dan Alhadist 
e. untuk mengetahui tentang adanya Allah SWT dan kodratNya untuk mengutus para Rosulnya, tentang IlmuNya 
f. untuk mengatasi faham dan pengertian manusia yang berakal dalam golongan golongan islam 
g. untuk menumbuhkan tauhid dengan di hadirkan dalil Akal sebagai argumentasi yang mudah di cerna manusia 

Kesimpulan dari ilmu kalam adalah dapat menjadi landasan berdirinya dengan tegak syari'ah islam , dapat menimbulkan rasa tanggung jawab moral .



















Rabu, 22 Juli 2020

MABADI KHOIRU UMMAH

for class 12
A. pengertian 


            Mabadi Khaira Ummah adalah gerakan pembentukan identitas dan karakter warga NU, melalui upaya penanaman nilai-nilai luhur yang digali dari paham keagamaan NU.
Namun, karena nilai-nilai yang terkandung dalam paham keagamaan Nahdlatul Ulama itu demikian banyak, maka dipilihlah nilai-nilai yang dapat dijadikan prinsip-prinsip dasar (mabâdî) sebagai langkah awal bagi pembentukan identitas dan karakter warga NU
            Gerakan Mabadi Khaira Ummah adalah merupakan langkah awal dari pembentukan “ummat terbaik” yaitu suatu umat yang mampu melaksanakan tugas-tugas amar ma’ruf nahi munkar yang merupakan bagian terpenting dari kiprah NU, karena kedua sendi tersebut mutlak diperlukan untuk menopang terwujudnya tata kehidupan yang diridai Allah sesuai dengan cita-cita NU
            Identitas dan karakter yang dimaksudkan dalam gerakan ini adalah bagian terpenting dari sikap kemasyarakatan yang termuat dalam Khittah Nahdlatul Ulama, yang harus dimiliki oleh setiap warga Nahdlatul Ulama dan dijadikan landasan berpikir, bersikap dan bertindak. Dengan demikian, Mabadi Khaira Ummah merupakan implementasi dari Khittah NU.
            Gerakan Mabadi Khaira Ummah yang dilakukan oleh generasi pertama NU ternyata telah berhasil menjadikan NU sebagai salah satu organisasi besar yang kokoh dan proses pertumbuhannya begitu cepat, tidak ubahnya seperti pertumbuhan umat Islam pada generasi pertama sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an
            Hubungan antara Mabadi Khaira Ummah dan Khittah NU terletak pada keterikatannya satu sama lain yang saling melengkapi. Khittah merupakan landasan, sedang Mabadi sebagai pelaksanaannya. Khittah adalah kepribadian yang dibentuk oleh ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai paham keagamaan NU. Kepribadian tersebut kemudian menjadi landasan berpikir, bersikap dan bertindak warga NU yang harus tercermin dalam tingkah laku perseorangan maupun organisasi. Dengan demikian, Khittah adalah merupakan sumber inspirasi bagi semua kegiatan NU dan warganya

B. Tujuan dan isi Mabadi khoiru ummah 
     
    Pertama kali di cetuskan di Muktamar NU tahun 1939 di magelang oleh KH Mahfuzd Shidiq  1907-1944 M yang di kenal dengan mabadi khoiru ummah assalastah ( trisila mabadi ) yaitu assidqu, alamanah / al wafa bil ahdi , atta'awun sebagai mana yang dirumuskan beliau selaku ketua PBNU pada tahun 1935 . istilah khoiru ummah diambil dari QS . ali imron : 110 

كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ وَلَوۡ ءَامَنَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَٰبِ لَكَانَ خَيۡرٗا لَّهُمۚ مِّنۡهُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَأَكۡثَرُهُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ١١٠ 
 
" Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik" 

kemudian dalam munas alim ulama dan konbes NU di bandar lampung 1992 M tiga prinsip tersebut di tambah dua poin lagi yakni Al adalah dan al istiqomah  sehingga menjadi lima prinsip yakni mabadiul khomsah 
 
Adapun perincianya yaitu
 

1.      Ash Shidq


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ ١١٩

 

"Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar"

            Pilar ini mengandung arti kejujuran/kebenaran, kesungguhan dan keterbukaan. Kejujuran/kebenaran adalah satunya kata dengan perbuatan, ucapan dengan pikiran. Apa yang diucapkan sama dengan apa yang ada di bathin.

         Jujur dalam hal ini berarti tidak plin-plan dan tidak dengan sengaja memutarbalikkan fakta atau memberikan informasi yang menyesatkan. Jujur yang pertama tentu saja jujur pada diri sendiri. Termasuk dalam pengertian ini adalah jujur dalam bertransaksi dan jujur dalam bertukar pikiran. Jujur dalam bertransaksi artinya menjauhi segala bentuk penipuan demi mengejar keuntungan. Jujur dalam bertukar pikiran artinya mencari mashlahat dan kebenaran serta bersedia mengakui dan menerima pendapat yang lebih baik.

2.       Al Amanah Wal Wafa Bil ‘Ahd 


إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرٗا ٥٨ 


"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat"

            Pilar ini memuat dua istilah yang saling terkait, yakni al-amanah dan al-wafa’ bil ’ahd. Amanah secara lebih umum maliputi semua beban yang harus dilaksanakan, baik ada perjanjian maupun tidak. Sedang al-wafa’ bil ‘ahd konteks yang berlaku hanya berkaitan dengan perjanjian. Kedua istilah ini digabungkan untuk memperoleh satu kesatuan pengertian mengenai kesadaran setiap insan terhadap lain nya yang meliputi: dapat dipercaya, setia dan tepat janji.

Dapat dipercaya adalah sifat yang diletakkan pada seseorang yang dapat melaksanakan semua tugas yang dipikulnya, baik yang bersifat diniyah maupun ijtima’iyyah. Dengan sifat ini orang menghindar dari segala bentuk pembekalaian dan manipulasi tugas atau jabatan. Setia merupakan sikap untuk tak berpaling dari tujuan awal. Niat diawal perjalanan merupakan kunci kesetiaan tersebut. Sedangkan tepat janji adalah perilaku untuk senantiasa memegang teguh apa yang telah disandarkan kepadanya.


3.      Al Adalah’


إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ ٩٠


"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran"

         Bersikap adil (al’adalah) mengandung pengertian obyektif, proposional dan taat asas. Butir ini mengharuskan orang berpegang kepada kebenaran obyektif dan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Distorsi penilaian sangat mungkin terjadi akibat pengaruh emosi, sentimen pribadi atu kepentingan egoistik.

         Distorsi semacam ini dapat menjerumuskan orang kedalam kesalahan fatal dalam mengambil sikap terhadap suatu persolan. Buntutnya sudah tentu adalah kekeliruan bertindak yang bukan saja tidak menyelesaikan masalah, tetapi bahkan menambah-nambah keruwetan. Lebih-lebih jika persolan menyangkut perselisihan atau pertentangan diantara berbagai pihak. Dengan sikap obyektif dan proposional distorsi semacam ini dapat dihindarkan. bersikap adil harus senantiasa dibarengi dengan penerimaan semua golongan sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

4.      At Ta’awun


........ وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ٢ 


"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya"

            At-ta’awun merupakan sendi utama dalam tata kehidupan masyarakat : manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan pihak lain. Pengertia ta’awun meliputi tolong menolong, setia kawan dan gotong royong dalam kebaikan dan taqwa. dalam hal ini, Imam al-Mawardi mengaitkan pengertian al-birr (kebaikan) dengan kerelaan manusia dan taqwa dengan ridla Allah SWT. Memperoleh keduanya berarti memperoleh kebahagiaan yang sempurna.          

           Ta’awun juga mengandung pengertian timbal balik dari masing-masing pihak untuk memberi dan menerima. Oleh karena itu, sikap ta’awun mendorong setiap orang untuk berusaha dan bersikap kreatif agar dapat memiliki sesuatu yang dapat disumbangkan kepada orang lain dan kepada kepentingan bersama. Mengembangkan sikap ta’awun berarti juga mengupayakan konsolidasi.

5.   Al Istiqomah


إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ ٣٠ 


"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu"

            Istiqamah mengandung pengertian ajeg-jejeg, berkesinambungan dan berkelanjutan. Ajeg-jejeg artinya tetap dan tidak bergeser dari jalur (thariqah) sesuai dengan ketentuan Allah SWT dan rasul-Nya. Lalu tuntunan yang diberikan oleh salafus shalih dengan segala aturan main nya serta rencana-rencana yang disepakati bersama. Kesinambungan artinya keterkaitan antara satu kegiatan dengan kegiatan yang lain dan antara satu periode dengan periode yang lain sehingga kesemuanya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dan saling menopang seperti sebuah bangunan. Sedangkan makna berkelanjutan adalah bahwa pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut merupakan proses yang berlangsung terus menerus tanpa mengalami kemandekan, merupakan suatu proses maju (progressing) bukannya berjalan di tempat. ( wallahu 'a'lam bissowab ) 

materi selanjutnya di part 2 


Analisis materi yang ada di atas tuliskan di kolom komentar plus nama kalian !!



KONSEP TAKFIRI DAN SYIRIK

part 1 

A pengertian kafir dan takfir


        Arti kafir secara etimologi adalah menutupi, sedangkan secara terminologi adalah orang yang tidak percaya kepada Allah dan Rasul saw., menyembunyikan kebaikan yang telah diterima dan tidak berterima kasih.

Sedangkan  Takfir yaitu menganggap seorang muslim sebagai mana orang kafir tidak lagi memiliki keimanan, mentakfirkan tanpa kriteria khusus merupakan sikap berlebihan dalam beragama, sikap berlebihan lebih cenderung merusak dan berbahaya 

        Ahl as-sunnah wa al- jama’ah sebagai mazhab agama adalah mazhab yang didirikan oleh Shahhib asy-Syariah Nabi Muhammad saw., kemudian diteruskan kepada para shahabah dan Tabi’in dan Tabi’i at-Tabi’in sampai hari kiamat.

 Dari sini kemudian terkenal istilah mazhab Salaf. Pengertian Salaf dari segi sejarah adalah mereka yang terdiri dari: Shahabah, Tabi’in dan Tabi’i at-Tabi’in dari ketiga abad (generasi) pertama hijrah, sedangkan mazhab Salaf adalah mazhab ketiga generasi tersebut, dan mereka yang mengikuti mereka, terdiri dari para imam seperti imam yang empat, Shofyan Sauri, Sufyan ibn Ayyinah, al-Laist Ibn Sa‟ad, „Abdullah ibn al-Mubarak, al-Bukhari, Muslim, dan seluruh Ashabul sunan, yang mengkuti jalan (metode) orang-orang terdahulu generasi pergenerasi. 

Konsep takfir menurut para ulama

1.           Ahmad Ibn Hanbal

      Imam Ahmad Ibn Hanbal meskipun melakukan pengkafiran mutlak kepada ajaran tertentu yang menyimpang, pada umumnya beliau tidak mau mengkafirkan secara personal bagi yang menganut ajaran tersebut. Menurut Ibn Taimiyyah sikap Ibn Hanbal ini didasarkan pada dalil-dalil yang bersumber dari Alquran, Sunah, Ijma‟ dan i’tibar ,

Pembagian Takfir Dalam hal ini, Ibn Hanbal tidak membagi-bagi jenis takfir. Namun jika dipahami kembali terdapat dua macam pengkafiran yang ringan dengan mengatakan bidah lalu memintakan ampun untuk mereka yang menyimpang dan vonis kafir bagi perbuatannya tidak kepada pribadi pelakunya sebagai kekonsistenan (istiqamah) beliau berpedoman sunah Nabawiyyah. 

Kriteria–kriteria Takfir Menurut Ibn Hanbal sikap kemunafikan adalah bentuk nyata dari kekafiran. Menurut Ibn Hanbal Nifaq adalah wajud kufur, kufur kepada Allah dan menyembah selainnya. Serta menampakkan Islam dalam zhahirnya, seperti orang-orang munafik pada zaman Rasul.  Dalam hal ini merujuk kepada perbuatan-perbuatan orang munafik yang hidup pada zaman Rasul saw. Imam Ibn Hamdan meriwayatkan dari Imam Ahmad r.a. bahwasanya beliau mengkafirkan mereka yang berkata tentang kejisiman Allah walaupun bukan seperti jisim-jisim lain.  Pemahamanan Tajsim jelas bertentangan dengan sifat Allah Mukhalafatuh lil Hawadis  

       Ibn Qayyim Al-Jauziyyah

        Menurut Ibn al-Qayyim Kekafiran merupakan bagian dari dua belas jenis yang diharamkan. Yang diharamkan tersebut adalah kekafiran, kemusyrikan, kemunafikan, kefasikan, kemaksiatan, perbuatan dosa, permusuhan, kekejian, kemunkaran, kezaliman atau kedurhakaan, berkata tentang Allah tanpa ilmu dan mengikuti jalan yang bukan jalan orangorang yang beriman.

        Di dalam kitabnya Madarij as-Salikin, Al-Imam Ibn al-Qayyim menyebutkan bahwa kekafiran (Kufr al-juhud) ini ada dua macam: Al-kufr al-mutlaq yaitu kekafiran menolak semua yang diwahyukan Allah secara umum dan al-kufr al-muqayyad atau khusus yaitu kekafiran menolak salah satu kewajiban Islam, dan atau menolak keharaman yang ditetapkan Islam.  Selain pembagian kafir secara global keseluruhan dan secara khusus pada beberapa hukum Islam, ada pula pembagian lain yaitu pembagian kepada al-kufr al-akbar dan al-kufr al-asgar. Al-kufr al-asgar adalah kekafiran yang ada ancamannya dari Allah namun tidak mengekalkannya di dalam neraka di akhirat dan hukuman (punishment) di dunia oleh hakim

Menurut Ibn al-Qayyim seseorang dapat dikatakan kafir jika:

 a) Dilakukannya dengan sengaja bukan karena kebodohannya atau pula tersalah dalam men-ta’wil-kan sesuatu seperti sebuah hadis tentang pengingkaran terhadap Qudratullah.

 b) Dilakukannya dengan kesadaran penuh bukan dalam kondisi yang terlampau gembira atau marah seperti hadis Anas Ibn Malik.

1.         Al-Asy’ariy

        Dalam bukunya Imam al-Asy‟ariy, mengatakan bahwa Islam jauh lebih luas daripada Iman. Tetapi, tidaklah dapat dikatakan bahwa setiap muslim itu mukmin. Selain itu, Iman meliputi juga perkataan dan perbuatan yang bertambah dan berkurang. Ia juga mengatakan bahwa hati manusia itu bisa berbolak-balik di antara dua jari (kekuasaan) Allah, sebagaimana bolak-baliknya langit dan bumi dalam genggaman-Nya. Begitu pulalah yang diriwayatkan dari Rasul saw. 

         Pernyataannya ini sama seperti pendapat-pendapat Imam Ahl as-Sunnah lainnya. Menurutnya, seorang muslim yang melakukan dosa besar, seperti zina, mencuri, meminum minuman keras ataupun yang lainnya menurut AlImam al-Asy‟ary tidak dapat dianggap kafir, tetap disebut mukmin. Namun, kalau orang itu melakukannya didasari dengan anggapan bahwa semuanya itu halal serta mengingkari keharamannya, maka ia pun mengkafirkannya.

        Kriteria takfir yang tampak dari pembahasan Al-Imam al-Asy‟ariy bahwa seseorang dapat dikafirkan jika seseorang melakukan sesuatu yang haram dengan mengingkari keharamannya.

         Kriteria selanjutnya adalah tidak ada Syahadah dan mengingkari apa yang dibawa oleh Rasul saw. mengucapkannya dengan lidah dan mengerjakan rukun-rukun Islam merupakan cabang iman. Dengan demikian, untuk menjadi mukmin, cukup dengan pengakuan dalam hati dua kalimah syahadah serta membenarkan apa yang dibawa oleh Rasul.  

     Al-Gazaliy  

        Menurut Al-Gazaliy ada dua pandangan tentang mentakfirkan; yang pertama yang terkait dengan dasar-dasar akidah, dan yang kedua yang terkait dengan hal-hal yang bersifat cabang (furu’).

 Dasar-dasar akidah (Ushul al-Iman) ada tiga hal; Iman kepada Allah, iman kepada Rasul dan iman kepada hari Akhir. Hal-hal yang bersifat cabang tidak ada ranah yang bisa ditakfirkan kecuali satu hal yaitu dasar agama yang disampaikan oleh Rasul dengan riwayat yang mutawatir. Dalam masalah kepemimpinan (Imamah) umpamanya, tidak ada yang bisa ditakfirkan

        Menurut Al-Gazaliy, seseorang dapat dikatakan kafir jika ia menapikan syariat, menganggap ayang dikatakan Rasul tidak ada maknanya atau hanya sebatas untuk kepentingan dunia. Orang yang menggunakan ta’wil dalam memahami nash tidak dapat dikatakan kafir selama ia memegang teguh metode ta’wil yang benar

Imam al-Gazaliy mengatakan dalam kitabnya Al-Iqtishad fi al- ’tiqad bahwa sesuatu yang patut disikapi dengan hati-hati adalah masalah pengkafiran, selagi masih ada jalan untuk berhati-hati. Karena menghalalkan darah dan harta orang yang shalat menghadap kiblat dan yang menyatakan kalimat “La ilah illallah” adalah suatu kesalahan.

  Sedangkan Mu‟tazilah, Musyabbihah dan kelompok-kelompok lainnya merupakan kesalahan dalam ber-ta’ wil, bukan mendustakan, mereka berada pada ranah ijtihad 

1.       Yusuf Al-Qardhawiy 

            Menurut Yusuf al-Qaradhawiy, seseorang tidak dapat dituduh kafir jika kategorinya adalah dalam kelompok kufr ashgar. Contoh-contoh yang hadis berikut menurut Yusuf al-Qaradhawiy merupakan contoh al-kufr alashgar.

 a) Hadis tentang bersumpah dengan nama selain nama Allah.

 b) Hadis tentang mencela seorang muslim adalah kefasikan dan membunuh seorang muslim adalah       kekafiran.

 c) Hadis tentang berperang satu sama lain.

 d) Hadis tentang membenci nenek moyang. 

 e) Hadis tentang memanggil saudara dengan “Hai Kafir!

          Menurut Yusuf al-Qardhawiy banyak orang yang salah dalam mentakfirkan muslim. Di antara faktor-faktor yang membuat mereka tersalah dalam mengkafirkan kaum muslimin yang lain adalah diantaranya fanatik berlebihan terhadap golongan. bahkan lebih jauh lagi Yusuf alQardhawiy mengatakan bahwa orang-orang Khawarij yang telah diperangi oleh Ali Ibn Abi Talib bukan karena perbuatan mereka yang mengkafirkan melainkan disebabkan oleh pembunuhan dan penumpahan darah yang dilarang dan merusak harta orang-orang Islam, serta diperangi untuk merespon kezaliman dan pemberontakan mereka.

          Menurut Yusuf al-Qaradhawiy takfir perlu dibedakan dengan dua cara yaitu takfir nau'„ (jenis) dan Takfir asy-syakhs mu‘ayyan (pribadi). Takfir nau’ berarti menyampaikan apa yang menjadi syariat, Sementara takfir muayyan berarti menvonis seseorang dengan kekafiran. Jika terkait dengan pribadi seseorang, yang dituduh kafir, maka wajiblah dipastikan terlebih dahulu hakikat pendiriannya. Ini dengan cara menanyakan atau berbincang dengannya sehingga ditegakkan hujah, tiada lagi syubhat dan juga tiada lagi keuzuran untuknya”

Kriteria dalam mengkafirkan seseorang adalah jika ia secara terangterangan dengan kekafirannya tanpa rasa malu. Orang yang zahirnya Islam tidak dapat dikafirkan. 

 Kriteria berikutnya adalah jika ia benar-benar mengingkari sesuatu yang sudah jelas didalam Alquran dan tidak memiliki pemahaman yang lain selain harus dikafirkan baik dari sisi struktur bahasa Arabnya maupun perbuatan yang tidak bisa dita‟wilkan selain kekafiran.

 Kriteria selanjutnya yang menjadi rujukan Menurut Yusuf alQaradhawiy adalah kewajiban memperhatikan apa yang diputuskan oleh para ulama’ muhaqqiqun (penganalisa) yang berkenaan kewajiban membedakan antara pentakfiran pribadi dan pentakfiran naw’ dalam menghadapi isu takfir (kafir mengkafirkan sesama Muslim). 

untuk pembahasan senjtnya insyallah di part 2

wallahu 'alam bissowab  

Selasa, 21 Juli 2020

MEMAHAMI AQIDAH ISLAM

A. Pengertian Akidah 

 akidah berakar dari kata عقد -يعقد - عقيدة  yang berarti tali pengikat sesuatu dengan yang lain sehingga menjadi satu kesatuuan yang tidak dapat di pisahkan .Dalam pembahasan yangg masyhur akidah di artikan sebagai IMAN kepercayaan atau keyakinan . Dalam kajian islam , Akidah berarti tali pengikat batin manusia dengan yang di yakininya sebagai Tuhan yang ESA yang patut di sembah dan pencipta serta pengatur alam semesta ini, 
Beberapa ulama memberi pengertian tentang akidah sebagian ulama tersebut 
عقيدة والاخلاق


1.  M Hasbi Ash Shiddiqi

          mengatakan Aqidah menurut ketentuan bahasa (bahasa arab) ialah sesuatu yang dipegang teguh dan terhunjam kuat di dalam lubuk jiwa dan tak dapat beralih dari padanya

2. Syaikh Mahmoud Syaltout

             Adalah segi teoritis yang dituntut pertama-tama dan terdahulu dari segala sesuatu untuk dipercayai dengan suatu keimanan yang tidak boleh dicampuri oleh syakwasangka dan tidak dipengaruhi oleh keragu-raguan

3. Syekh Hasan Al-Bannah 

           menyatakan aqidah sebagai sesuatu yang seharusnya hati membenarkannya sehingga menjadi ketenangan jiwa, yang menjadikan kepercayaan bersih dari kebimbangan dan keragu-raguan.

4. Abu Bakar Jabir al-Jazairy

        Aqidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum oleh manusia berdasarkan akal, wahyu dan fitrah. Kebenaran itu dipatrikan oleh manusia di dalam hati serta diyakini keshahihan dan keberadaannya secara pasti dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu.

Firman Allah dalam Alquran QS Al baqoroh ayat 285

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ أَحَدٖ مِّن رُّسُلِهِۦۚ 

وَقَالُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيۡكَ ٱلۡمَصِيرُ ٢٨٥

Artinya “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali"

Di jelaskan oleh Baginda Nabi Muhammad saw , menjawab pertanyaan malaikat jibril as tentang iman dengan mengatakan 

قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.

Beliau bersabda, “Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir, dan kamu beriman kepada qadar yang baik maupun yang buruk.”

Berdasarkan hadist di atas dapat di simpulkan bahwa rukun islam itu ada enam 

1. Iman kepada Allah SWT

2. Iman kepada Malaikat Allah 

3. Iman kepada kitab kitab Allah 

4. Iman kepada Rosul rosul Allah 

5. Iman kepada hari akhir 

6. Iman kepada qada' dan qadar  



Senin, 20 Juli 2020

BAB 1

LETAK DAN LUAS BENUA ASIA DAN BENUA LAINNYA

A.      Proses pembentukan benua

           Benua adalah permukaan bumi yang berupa daratan yang luas yang bagian tengahnya tidak mendapat pengaruh langsung dari angina laut

a.       Sejerah terbentuknya benua

1.       Teori pengapungan benua / teori perkembangan benua oleh Alfred Wegener 1912

 

      Teori apung benua atau Pangea merupakan sebuah teori yang menyatakan bahwa jutaan tahun silam, Bumi ini hanya memiliki satu ekosistem darat yang sangat besar yang disebut dengan Pangea. Lalu karena alasan tertentu yang belum diketahui secara pasti, benua besar atau Pangea ini pecah kemudian bagian dari pecahan-pecahan tersebut hanyut ke arah yang berlawanan atau berjauhan sehingga menjadi bagian bagian tertentu yang terpisahkan oleh lautan atau selat.

Kemudian teori ini disambungkan dengian teori yang lain. Teori selanjutnya menyatakan bahwa benua- benua tersebut akan terus mengapung di atas perairan sehingga daratan- daratan tersebut bertemu kembali dalam konfigurasi yang berbeda.

Teori Apung Benua ini menjelaskan bahwa kedudukan benua di Bumi ini menyerupai batu apung yang mengapung- apung yang bergerak seiring dengan pergerakan lempeng di bagian bawah kulit bumi. Pencahan Pangea ini menjadi benua yang lebih kecil yang dinamakan Laurasia dan Gondwana.

Pecahan Pangea menjadi dua daratan ini terjadi pada zaman dinosaurus. Kemudian pada akhir periode Cretaceous benua- benua sudah terpecah menjadi lima, kemudian benua Amerika sekarang dipecah menjadi Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Semua teori yang berasal dari ilmuwan memiliki manfaat atau fungsi untuk kehidupan manusia di Bumi. Hal ini termasuk pula dengan teori apung benua. Dengan mempelajari teori apung benua maka kita dapat mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan sejarah terbentuknya Bumi atau daratan hingga menjadi bentuk benua seperti saat ini. Teori apung benua atau Pangea memiliki beberapa keunggulan untuk membuktikan kebenaran teori ini. Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh teori apung benua antara lain sebagai berikut:

Terdapat kesamaan copypaste garis pantai timur Amerika Utara dan Amerika Latin dengan garis pantai barat Eropa dan juga Afrika.

a.       Daratan Greenland semakin lama semakin bergerak menjauhi Eropa, hal ini bisa diukur setiap tahunnya yang menimbulkan ukuran laut pemisah yang semakin lebar.

b.      Daratan Madagaskar semakin hari semakin menjauhi Afrika

c.       Benua Amerika perlahan- lahan selalu bergerak ke arah barat. Hal ini menyebabkan Samudera Atlantik semakin lama semakin meluas.

d.      Batas Samudera Hindia semakin mendesak ke arah utara.

e.      Terdapat aktivitas seisme di patahan St. Andreas.

 

2.       Teori Lempeng benua

 

        Teori hanya sebagai penguat teori apung benua , teori ini menytakan bahwa kulit bumi terdiri atas beberapa lempeng berat dengan ketebalan 50-160 km , lepeng lempeng bergerak akibat adanya arus konveksi yang mengalir di atmosfer , di beberapa bagian lempeng benua bergerak bersama dan di bagian lain saling menjahui ketika lempeng bergerak terjadilah kerusakan pada kerak bumi di tempat tempat dimana lempeng bergerak sebagian terjadi pembentukan bumi . di daerah inilah terbentuk zona vulkanik dan di temukan gempa bumi .


Sabtu, 18 Juli 2020

Bahasa arab kelas 8 semester gasal

BAB 1 

الساعة ( jam ) 
Perhatikan gambar berikut ini untuk mengetahui angka jam dalam bahasa Arab 


Pasti kalian sudah hafal kan angka angka dalam bahasa Arab maka dalam penyusunan angka jam tidak lah sulit, karna dalam penyusunan angka jam kalian harus merubahnya atau mengikutkan al ke wazan (فاعلة) FA'ILATUN 

Sebagaimana contoh 
Angka "satu" dalam bahasa arab (واحد) kalau di ubah menjadi jam satu الساعة واحدة  kata واحدة mengikuti wazan فاعلة begitu seterusnya pada angka angka yang lain  kecuali angka enam( ستة ) ketika di jadikan jam enam menjadi.   سادسة. 

Begitu ya caranya bagaimana membuat bilangan jam ke dalam bahasa arab . 





Jumat, 17 Juli 2020

BAB 1 AMALAN NU

PONDOK PESANTREN 

pondok di ambil dari kata bahasa Arab yang berarti tempat tinggal sementara sedangkan kata pesantren di ambil dari kata santri yang berarti orang yang menuntut ilmu atau kata lain adalah siswa 
 sejarah adanaya pondok pesantren syeh maulana ibrohim

Jumat, 03 Juli 2020

MEMBIASAKAN AKHLAK TERPUJI

Akhlak terpuji adalah suatu tindakan atau prilaku yang sesuai dengan ajaran Baginda Nabi Muhammad saw 

Untuk mengetahui apa dan bagaimana ajaran Baginda Nabi adalah dengan cara belajar dengan seseorang yang memiliki sanad keilmuan yang tasalsul kepada sohabat yang melainkan maha guru mereka adalah Baginda Nabi Muhammad saw 

ABSTRAK

MABADI KHOIRU UMMAH part 2

Class 12  C. strategy pemasyarakatan mabadi khoiru ummah mabadi Khaira ummah adalah gerakan pembentukan identitas dan karakter warga NU mela...

Popular Posts