part 1
A.pengertian Ahlussunah wal jamaah
Secara etimologi kalimat ahlus sunnah waljamaah terdiri dari tiga kata yang pertama kata ahlun , menurut KH Sirojuddin Abbas kata Ahlun berarti golongan , keluarga atau orang yang mempunyai atau orang yang menguasai . sedangkan menurut Ahmad Amin kata Ahlun jika dikaitkan dengan Assunnah mempuayai arti orang yang berfaham sunni .
Yang kedua kata As Sunnah KH Hasyim Asyari mengartikan sebagai Thoriqoh ( jalan ) yaitu jalan yang di ridhoi dalam menempuh agama sebagaimana yang telah di tempuh oleh baginda Rosullah SAW atau oleh mereka yang memiliki otoritas sebagi panutan di dalam masalah agama seperti para sohabat Nabi SAW , DR KH Ase uddin syaifuddin chalim MA kata as sunnah juga memiliki arti thoriqoh ( jalan atau prilaku )
Menurut KH Sirojuddin Abbas kata As sunah artinya apa yang datang dari rosullah SAW yang meliputi perkataan ( aqwal ) perbuatan (af'al ) dan ketetapan ( taqrir ) , DR Achmad Muhibbin Zuhri mengartikan As sunnah sebagai konsistensi terhadap tradisi nabi dan sohabat , Prof DR KH Aqil sirajd MA assunnah mempunyai ma'nna Al hadist dan juga at thoriqoh dengan demikian Ahluus sunnah adalah mmerupakan jalan atau thoriqoh para sohabat nabi dan tabiin di dalam alquran , kata assunah di sebut 13 kali
Kata yang ketiga Aljamaah menurut KH sirojuddi Abbas berarti kumpulan atau kelompok , yang dimaksut jamaah adalah para sohabat Rosullah , terutama Khulafaur rosyidin yakni Abu bakar ,Umar , rustman, Ali, Prof DR KH Aqil Sirojd mengartikan Al jamaah adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan
Secara terminologinya Ahlussnah waljamaah adalah kaum atau golongan yang mengikuti serta mengamalkan ajaran islam yang murni sesuai ajaran yang di ajarkan dan di amalkan oleh rosulullah dan para sohabat atau juga bisa di artikan kaum yang mengikuti 'itiqod sebagaimana i'tiqodnya Nabi SAw dan sahabat sahabatnya
KH said aqil sirodj mendifinisikan ahlun sunnah wal jamaah adalah orang yang memiliki metode berfikir keagamaan yang mencakup semua aspek kehidupan yang berlandaskan atas dasar dasar moderasi menjaga keseimbangan dan toleransi , dalam qonun asasi NU di sebutkan bahwa Ahlus sunnah wajamaah sebagai faham keagamaan yang mengikuti salah satu mazhab empat dalam bidang fiqih , dalam bidah aqidah engikuti imam Abu Hasan Al asyari dan abu mansur almathuridi , sedangkan dalam bidang tasawuf mengikuti imam Alghzali dan abu qosim junaid Albagdadi
menurut kitab " ithof sadatul muttaqin " karya imam muhammad bin muhammad Alhusni Az Zabidi syarah dari kitab ikhya' ulumuddin karya imam ghozali yang dikutib KH sirojuddin Abbas dalam bukunya i'tiqod Ahlussunah waljamaah adalah pengikut rumusan faham imam Asy'ari dan Abu mansur Almaturidi.
b. Asal usul faham ahlussunah waljamaah
Pada ahir abad III H. bertepatan dengan masa berkuasanya Al mutawakkil muncul dua orang tokoh yang menonjol pada waktu itu yaitu Syeh Abu Hasan Al Asy'ari ( 260H/324H) di bashroh dan Abu mansur almaturidi di samarkand bersama sama membendung kuatnya gerakan hegemoni Muktazilah yang dilancarkan para tokoh muktazilah dan pengikutnya
dari keduanya lahir kecenderungan baru yang mewarrnai pemikiran ummat islam waktu itu bahkan hal itu menjadi mainstream ( arus utama) pemikiran pemikiran di dunia islam yang kemudian mengkristal menjadi sebuah gelombang pemikiran keagamaan sering dinisbatkan pada sebutan ahlus sunnah waljamaah yang kemudian populer dengan sebutan ASWAJA. hal ini bukan berarti aswaja baru ada sesuadah imam asyari dan imam almaturudi , pada hakekatnya aswaja sudah ada sebelumnya , terbukti golongan ini dalam hal fikih berkiblat kepada salah satu dari keempat imam mazhab ( Hanafi , Maliki , Syafii, Hambali )
c. Prinsip prinsip Aswaja
Aswaja memiliki empat prinsip yaitu
1. tawasuthh
tawasuth berarti pertengahan , ahlus sunnah waljamaah menganut sikap netral yakni tidak terlalu membenar kan kelompok garis keras , hal ini berdasarkan pada firman Allah SWT
وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَٰكُمۡ أُمَّةٗ وَسَطٗا لِّتَكُونُواْ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيدٗاۗ وَمَا جَعَلۡنَا ٱلۡقِبۡلَةَ ٱلَّتِي كُنتَ عَلَيۡهَآ إِلَّا لِنَعۡلَمَ مَن يَتَّبِعُ ٱلرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِۚ وَإِن كَانَتۡ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَٰنَكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٞ رَّحِيمٞ ١٤٣
"Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia"
2. I'tidal
I'tidal artinya tegak lurus , yakni tidak condong ke kanan atau ke kiri . kata i'tidal di ambil dari kata al 'adlu , yang berarti adil atau i'dilu yangberarti berbuat adilah yang terdapat dalam firman Allah SWT
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُواْ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنََٔانُ قَوۡمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعۡدِلُواْۚ ٱعۡدِلُواْ هُوَ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ ٨
" Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"
3. Tawazzun
Tawazun artinya keseimbangan , yakni tidak berat sebelah dan tidak kelebihan satu unsur atau kekurangan satu unsur dan kehilangan unsur yang lain . kata tawazzun di ambil dari kata al waznu atau almizan yang arttinya alat penimbang , di ambil dari ayat
لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا رُسُلَنَا بِٱلۡبَيِّنَٰتِ وَأَنزَلۡنَا مَعَهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡمِيزَانَ لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَأَنزَلۡنَا ٱلۡحَدِيدَ فِيهِ بَأۡسٞ شَدِيدٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعۡلَمَ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥ وَرُسُلَهُۥ بِٱلۡغَيۡبِۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٞ ٢٥
" Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa"
4. Tasammuh
tasammuh artinya toleran atau mau memahami perbedaan. keempat prinsip ini bukanlah serba kompromistis dengan mencampur adukkan semua unsur ( sinkretisme ) juga bukan mengucilkan diri dan menolak pertemuan dengan unsur apa apa .
kalau ada pertanyaan tulis di komentar geh !!!!!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar