1.
Ash Shidq
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ ١١٩
"Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar"
Pilar ini mengandung arti kejujuran/kebenaran, kesungguhan dan keterbukaan. Kejujuran/kebenaran adalah satunya kata dengan perbuatan, ucapan dengan pikiran. Apa yang diucapkan sama dengan apa yang ada di bathin.
Jujur dalam hal ini berarti tidak plin-plan
dan tidak dengan sengaja memutarbalikkan fakta atau memberikan informasi yang menyesatkan.
Jujur yang pertama tentu saja jujur pada diri sendiri. Termasuk dalam
pengertian ini adalah jujur dalam bertransaksi dan jujur dalam bertukar
pikiran. Jujur dalam bertransaksi artinya menjauhi segala bentuk penipuan demi
mengejar keuntungan. Jujur dalam bertukar pikiran artinya mencari mashlahat dan
kebenaran serta bersedia mengakui dan menerima pendapat yang lebih baik.
2. Al Amanah Wal Wafa Bil ‘Ahd
إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرٗا ٥٨
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat"
Pilar ini memuat dua
istilah yang saling terkait, yakni al-amanah dan al-wafa’
bil ’ahd. Amanah secara lebih umum maliputi semua beban yang harus
dilaksanakan, baik ada perjanjian maupun tidak. Sedang al-wafa’ bil ‘ahd konteks yang berlaku hanya berkaitan dengan perjanjian.
Kedua istilah ini digabungkan untuk memperoleh satu kesatuan pengertian
mengenai kesadaran setiap insan terhadap lain nya yang meliputi: dapat
dipercaya, setia dan tepat janji.
Dapat dipercaya adalah
sifat yang diletakkan pada seseorang yang dapat melaksanakan semua tugas yang
dipikulnya, baik yang bersifat diniyah maupun ijtima’iyyah. Dengan sifat ini orang menghindar dari segala bentuk
pembekalaian dan manipulasi tugas atau jabatan. Setia merupakan sikap untuk tak
berpaling dari tujuan awal. Niat diawal perjalanan merupakan kunci kesetiaan
tersebut. Sedangkan tepat janji adalah perilaku untuk senantiasa memegang teguh
apa yang telah disandarkan kepadanya.
3. Al Adalah’
إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ ٩٠
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran"
Bersikap adil (al’adalah) mengandung pengertian obyektif, proposional dan taat asas. Butir ini mengharuskan orang berpegang kepada kebenaran obyektif dan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Distorsi penilaian sangat mungkin terjadi akibat pengaruh emosi, sentimen pribadi atu kepentingan egoistik.
Distorsi semacam ini
dapat menjerumuskan orang kedalam kesalahan fatal dalam mengambil sikap
terhadap suatu persolan. Buntutnya sudah tentu adalah kekeliruan bertindak yang
bukan saja tidak menyelesaikan masalah, tetapi bahkan menambah-nambah
keruwetan. Lebih-lebih jika persolan menyangkut perselisihan atau pertentangan
diantara berbagai pihak. Dengan sikap obyektif dan proposional distorsi semacam
ini dapat dihindarkan. bersikap adil harus senantiasa dibarengi dengan
penerimaan semua golongan sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
4. At Ta’awun
........ وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ٢
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya"
At-ta’awun merupakan sendi utama dalam tata kehidupan masyarakat : manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan pihak lain. Pengertia ta’awun meliputi tolong menolong, setia kawan dan gotong royong dalam kebaikan dan taqwa. dalam hal ini, Imam al-Mawardi mengaitkan pengertian al-birr (kebaikan) dengan kerelaan manusia dan taqwa dengan ridla Allah SWT. Memperoleh keduanya berarti memperoleh kebahagiaan yang sempurna.
Ta’awun juga mengandung pengertian timbal balik dari
masing-masing pihak untuk memberi dan menerima. Oleh karena itu, sikap ta’awun
mendorong setiap orang untuk berusaha dan bersikap kreatif agar dapat memiliki
sesuatu yang dapat disumbangkan kepada orang lain dan kepada kepentingan
bersama. Mengembangkan sikap ta’awun berarti juga mengupayakan konsolidasi.
5. Al Istiqomah
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ ٣٠
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu"
Istiqamah mengandung pengertian ajeg-jejeg, berkesinambungan dan berkelanjutan. Ajeg-jejeg artinya tetap dan tidak bergeser dari jalur (thariqah) sesuai dengan ketentuan Allah SWT dan rasul-Nya. Lalu tuntunan yang diberikan oleh salafus shalih dengan segala aturan main nya serta rencana-rencana yang disepakati bersama. Kesinambungan artinya keterkaitan antara satu kegiatan dengan kegiatan yang lain dan antara satu periode dengan periode yang lain sehingga kesemuanya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dan saling menopang seperti sebuah bangunan. Sedangkan makna berkelanjutan adalah bahwa pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut merupakan proses yang berlangsung terus menerus tanpa mengalami kemandekan, merupakan suatu proses maju (progressing) bukannya berjalan di tempat. ( wallahu 'a'lam bissowab )
materi selanjutnya di part 2

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : Putri Nikmatul Jannah
BalasHapusNo. absen : 09
Mabadi Khaira Ummah adalah gerakan pembentukan identitas dan karakter warga NU melalui penanaman nilai-nilai luhur dr pemahaman NU yang dapat dijadikan prinsip-prinsip dasar (mabâdî) sebagai langkah awal bagi pembentukan "Ummat terbaik"yang mampu melaksanakan tugas-tugas amar ma’ruf nahi munkar.
Hubungan antara Mabadi Khaira Ummh dan Khittah NU khittah merupakan landasan, sedangkan
Mabadi sebagai pelaksanaannya.
Khittah adalah kepribadian yang dibentuk oleh ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai paham keagamaan NU. Kepribadian tersebut kemudian menjadi landasan berpikir, bersikap dan bertindak warga NU
Muktamar NU tahun 1939 di magelang
KH Mahfuzd Shidiq 1907-1944 M yang di kenal dengan mabadi khoiru ummah assalastah ( trisila mabadi ) : assidqu, alamanah / al wafa bil ahdi , atta'awun
MUNAS Alim Ulama Konbes NU (bandar lampun, 1992)
ditambah kan 2 poin yaitu :Al adalah dan al istiqomah
Menjadi
1. Ash Shidq : kejujuran
2. Al Amanah Wal Wafa Bil ‘Ahd : melaksanakan semua beban yang harus dilakukan terutama hal hal yg sudah dijanjikan
3. Al Adalah’ : bersikap adil
4. Al Ta'awun : tolong menolong
5. Al istiqomah :. Teguh pendirian
Nama: Siti Fauza
BalasHapusNo.Absen: 13
Menurut analisis saya, Mabadi Khaira Ummah adalah pondasi untuk mewujudkan nilai-nilai keagamaan serta mengarahkan masyarakat pada perbaikan kualitas hidup dan juga upaya untuk mencegah pada kemungkaran, Maka dipilihlah prinsip-prinsip dasar sebagai langkah awal pembentukan identitas dan karakter warga NU. Yang berdasar pada prinsip pembentukan umat terbaik yaitu As shidqu, Al Amanah, Al Adalah, At Taawun dan Al istiqomah.
Nama:Aprilia Nur Azizah
BalasHapusNo Absen: 02
Mabadi Khaira Ummah adalah gerakan pembentukan identitas dan karakter warga NU, melalui upaya penanaman nilai-nilai luhur yang digali dari paham keagamaan NU.Hubungan antara Mabadi Khaira Ummah dan Khittah NU terletak pada keterikatannya satu sama lain yang saling melengkapi. Khittah merupakan landasan, sedang Mabadi sebagai pelaksanaannya.Jadi kita sebagai warga nahdliyin harus bisa mengamalkan isi yang terkandung dari mabadi khoiru ummah,Diantaranya Ash Shidq,Al Amanah,Al Adalah,Al Ta'awun,Al istiqomah.
Nama:Eny Zahrothul Azizah
BalasHapusNo.Absen: 05
Mabadi khaira ummah merupakan gerakan pembentukan identitas dan karakter warga NU melalui upaya penanaman nilai-nilai luhur yang dijadikan prinsip dasar (mabadi) dalam melaksanakan tugas-tugas amar ma'ruf nahi munkar.gerakan ini bagian terpenting yang harus dimiliki oleh setiap warga nahdlatul ulama' dan di jadikan landasan berpikir, bersikap, dan bertindak.
Mabadi khaira ummah dicetuskan di mukhtamar NU tahun 1939 di magelang oleh KH.Mahfuzd Shidiq 1907-1944 M.yang dideknal dengan mabadi khoiru ummah assalastah(trisila mabadi) yaitu Assidqu,Al amanah/ Al wafa bil ahdi,At ta'awun.
Dalam Munas alim ulama dan Konbes NU dibandar lampung 1992 M tiga prinsip tersebut di tambah dua poin lagi yakni Al adalah dan Al istiqomah .
Adapun perinciannya yaitu:
1. Ash sidq : kejujuran/kebenaran.
2. Al amanah wal wafa bil 'Ahd : Dapat dipercaya,setia,dan tepat janji.
3. Al adalah : Bersikap adil.
4. At ta'awun : Tolong menolong.
5. Al istiqomah : Teguh pendirian.
Nama: fatilatul Liya
BalasHapusNo.absen:6
Mabadi khairu ummah adl gerakan pembentukan identitas dan karakter warga NU,melalui penanaman nilai2 luhur yg digali dari phm keagamaan NU.gerakan mabadi khairu ummah adl mrpkn langkah awal dari pembentukan"umat terbaik"yaitu suatu umat yg mampu melaksanakan tugas-tugas amar makruf nahi mungkar.identitas dan karakter yg dimaksudkan dalam gerakan ini adl bagian terpenting dari sikap kemasyarakatan yang termuat dalam khittah Nahdlatul ulama.hubungan antara mabadi Khaira ummah dan khittah NU terletak pada keterkaitannya satu sama lain yg saling melengkapi.khittah mrpkn landasan,sdng mabadi sbgai pelaksananya.
Nama :Ainur Rokhimah
BalasHapusNo.Absen :01
Menurut analisis saya,mabadi khaira ummah merupakan langkah awal pembentukan umat yang baik yang mampu melaksanakan tugas2 amar makruf nahi Munkar yaitu mengajak dan mendorong perbuatan baik yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.identitas/karakter dalam gerakan ini adalah bagian terpenting dari sikap kita yang termuat dalam khittah NU .
Adapun prinsip /mabadiul khamsah yaitu:
1.ash Shidiq (jujur)
2.al amanah wal Wafa bil ahd (istilah ini di gabung mjd satu kesatuan yang pengertiannya meliputi dpt dipercaya,setia dan tepat janji)
3.al adalah (bersikap adil)
4.at ta'awun (tolong-menolong)
5.al Istiqomah (teguh pendirian)
Nama: Riris Alfi yani
BalasHapusNo. Absen: 10
Mabadi khaira ummah (Prinsip-prinsip dasar pembentukan umat terbaik), merupakan suatu gerakan penanaman nilai-nilai yang dapat dijadikan prinsip-prinsip dasar dalam pembentukan identitas dan karakter umat terbaik.
Mabadi khaira ummah dicetuskan di mukhtamar NU tahun 1939 di magelang oleh KH.Mahfuzd Shidiq 1907-1944 M.yang dikenal dengan mabadi khoiru ummah assalastah(trisila mabadi) yaitu As sidqu,Al amanah/ Al wafa bil ahdi,At ta'awun.
Dalam Munas alim ulama dan Konbes NU dibandar lampung 1992 M tiga prinsip tersebut di tambah dua poin lagi yakni Al adalah dan Al istiqomah.Dengan demikian,gerakan Mabadi' Khaira Ummah NU saat ini berdiri atas lima butir nilai terpuji yang dapat pula disebut sebagai "Al-Mabadi' Al-Khamsah"yaitu:
1.As-Shidqu : Kejujuran/kebenarann.
2.Al-Amanah wal Wafa bil'ahdi :
Dapat dipercaya,setia dan tepat
Janji.
3.Al-'Adalah : Bersikap adil.
4.At-Ta'awun : Tolong menolong.
5.Al-Istiqamah : Teguh pendirian.
Nama :Eka Nikmatul Farekhah
BalasHapusKelas : XII ipa
No absen:04
Menurut analisis saya mabadi khoiru ummah adalah langkah awal dari pembentukan "umat terbaik" yaitu umat yg mampu melaksanakan tugas tugas amar ma'ruf nahi mungkar yg merupakan bagian terpenting dari kiprah NU,dalam gerakan ini bagian terpentingnya adalah sikap kemasyarakatan yg termuat dalam Khittah Nahdlatul Ulama.
Hubungan antara mabdi Khoiru Ummah dan Khittah NU terletak pada ketertarikannya satu sama lain yg saling melengkapi Khittah yaitu landasan sedangkan Mabdi sbg pelaksanaanya.
Mabdi Khoiru Ummah pertamakali dicetuskan di muktamar NU tahun 1939 di magelang oleh KH Mahfuzd Shidiq 1907-1944M.
5 prinsip dasar pembentukan umat terbaik yaitu:
1.As-Sidqu artinya kejujuran/kebenaran,kesungguhan dan keterbukaan
2.Al-Amanah wal Wafa bil'ahdi,pilar ini memuat dua istilah yg saling terkait yakni al-amanah dan al-wafa' bil 'ahd,amanah artinya beban yg harus dilaksanakan baik ada perjanjian maupun tidak sedangkan al wafa' bil 'ahd berlaku hanya berkaitan dengan perjanjian
3.Al-Adalah',al-adalah' mengandung arti objektif,proporsional dan taat asas
4.At-ta'awun,merupan sendi utama dalam tata kehidupan masyarakat,pengertian ta'awun meliputi tolong menolong,setia kawan dan gotong royong dalam kebaikan dan taqwa
5.Al-istiqomah,mengandung arti ajeg,jejeg,berkesinambungan,berkelanjutan
Nama: Dwi Safitri Maulidia
BalasHapusNo.absen:03
Menurut analisis saya mabadi khira ummah merupakan upaya penanaman nilai nilai luhur yang digali dari paham keagamaan NU. Seadangkan gerakan mabadi khaira ummah dalah langkah awal dari pembentukan"umaat terbaik"yang mampu melaksanakan tugas tugas amar ma'ruf nahi munkar yang merupakan bagian terpenting dari kiprah NU.
Hubungan antara mabadi khaira ummah dan khittah NU terletak pada keterkaitanyya satu sama lain yang saling melengkapi. Khittah merupakan landasan, sedang mabadi sebagai pelaksananya.
Terdapat 5 prinsip(mabadiul khomsah) diantaranya:
1. Ash sidq(jujur)
2. Al amanah wal wafa bil'ahd(dapat dipercaya,setia dan tepat janji)
3. Al adalah(adil)
4. At ta'awun(tolong menolong)
5. Al istiqomah(teguh pendirian)
Nama: Dwi Safitri Maulidia
BalasHapusNo.absen:03
Menurut analisis saya mabadi khira ummah merupakan upaya penanaman nilai nilai luhur yang digali dari paham keagamaan NU. Seadangkan gerakan mabadi khaira ummah dalah langkah awal dari pembentukan"umaat terbaik"yang mampu melaksanakan tugas tugas amar ma'ruf nahi munkar yang merupakan bagian terpenting dari kiprah NU.
Hubungan antara mabadi khaira ummah dan khittah NU terletak pada keterkaitanyya satu sama lain yang saling melengkapi. Khittah merupakan landasan, sedang mabadi sebagai pelaksananya.
Terdapat 5 prinsip(mabadiul khomsah) diantaranya:
1. Ash sidq(jujur)
2. Al amanah wal wafa bil'ahd(dapat dipercaya,setia dan tepat janji)
3. Al adalah(adil)
4. At ta'awun(tolong menolong)
5. Al istiqomah(teguh pendirian)